Home Feed
Home
Search
Search
Add Review, Blurb, Quote
Add
Activity
Activity
Profile
Profile
Hujan bulan Juni, 1959-1994
Hujan bulan Juni, 1959-1994: sepilihan sajak | Sapardi Djoko Damono, Mirna Yulistianti
8 posts | 1 read
Amazon Indiebound Barnes and Noble WorldCat Goodreads LibraryThing
Pick icon
100%
review
florencia_vaniara
Hujan bulan Juni, 1959-1994: sepilihan sajak | Sapardi Djoko Damono, Mirna Yulistianti
post image
Pickpick

Buku antologi puisi Hujan Bulan Juni memuat 102 puisi karya SDD dari tahun 1959-1994. Selaras dengan judul buku, puisi pada Hujan Bulan Juni yang banyak memiliki kesan sendu menjabarkan berbagai makna kehidupan yang diturunkan oleh alam bersama hujan. Melalui buku ini, pembaca dapat memahami bahwa alam mempunyai cara tersendiri dalam menyampaikan pesan, salah satunya dengan hujan yang turun di bulan Juni. (FVV)

quote
florencia_vaniara
Hujan bulan Juni, 1959-1994: sepilihan sajak | Sapardi Djoko Damono, Mirna Yulistianti

“Lebih luas dari fajar
lebih dalam dari langit
lebih pasti dari makna
sudah usai sebelum dimulai
dan sepenuhnya abadi
tanpa diucapkan sama sekali.”

-Sapardi Djoko Damono (1994)
Terbangnya Burung, Hujan Bulan Juni.

quote
florencia_vaniara
Hujan bulan Juni, 1959-1994: sepilihan sajak | Sapardi Djoko Damono, Mirna Yulistianti

“Aku mencintaimu, itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu.”

-Sapardi Djoko Damono (1989)
Dalam Doaku, Hujan Bulan Juni.

blurb
florencia_vaniara
Hujan bulan Juni, 1959-1994: sepilihan sajak | Sapardi Djoko Damono, Mirna Yulistianti
post image

Tak ada yang lebih tangguh dari hujan bulan Juni.

quote
florencia_vaniara
Hujan bulan Juni, 1959-1994: sepilihan sajak | Sapardi Djoko Damono, Mirna Yulistianti

“Sejak itu kau pun menunggu kalau-kalau ada kabar dari perahu yang tak pernah lepas dari rindumu itu.”

-Sapardi Djoko Damono (1981)
Perahu Kertas, Hujan Bulan Juni.

quote
florencia_vaniara
Hujan bulan Juni, 1959-1994: sepilihan sajak | Sapardi Djoko Damono, Mirna Yulistianti

“Yang fana adalah waktu. Kita abadi:
memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
sampai pada suatu hari
kita lupa untuk apa.
“Tapi,
yang fana adalah waktu, bukan?”
tanyamu. Kita abadi.”

-Sapardi Djoko Damono (1978)
Yang Fana adalah Waktu, Hujan Bulan Juni.

quote
florencia_vaniara
Hujan bulan Juni, 1959-1994: sepilihan sajak | Sapardi Djoko Damono, Mirna Yulistianti

“Ia ingin pagi itu hujan turun rintik-rintik dan lorong sepi agar ia bisa berjalan sendiri saja sambil menangis dan tak ada orang bertanya kenapa.”

-Sapardi Djoko Damono (1973)
Pada Suatu Pagi Hari, Hujan Bulan Juni.

quote
florencia_vaniara
Hujan bulan Juni, 1959-1994: sepilihan sajak | Sapardi Djoko Damono, Mirna Yulistianti

“Dan bumi tak pernah membeda-bedakan,
tak pernah mencinta atau membenci;
bumi adalah pelukan yang dingin,
tak pernah menolak atau menanti,
tak akan pernah membuat janji dengan langit.”

-Sapardi Djoko Damono (1964)
Seorang Penjaga Kubur yang Mati, Hujan Bulan Juni.